Cegah Alergi Sejak Dini Agar Tidak Membahayakan Waktu Dewasa

Cegah Alergi Sejak Dini Agar Tidak Membahayakan Waktu Dewasa

Alergi adalah salah suatu gangguan yang menyerang tubuh cukup serius. Hal ini karena alergi dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada beberapa organ-organ tubuh. Bahkan lebih parah dapat menyebabkan kematian jika dibiarkan. Alergi tidak hanya menyerang bayi saja, tetapi orang yang sudah dewasa juga dapat terkena alergi secara tiba-tiba. Dengan demikian perlu Anda ketahui bagaimana mencegah munculnya alergi. Alergi dapat terjadi pada seseorang karena keturunan. Jika orang tuanya mengalami alergi, keturunannya mempunyai peluang sebesar 40-80% untuk terkena alergi.

Dalam ilmu patogenesis, alergi dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan sebelum lahir di dunia maupun saat sudah lahir. Faktor lingkungan dapat mempengaruhi sel T yang spesifik terhadap alergen dalam prosesnya berdiferensiasi menjadi fenotipe Th2. Hal ini menunjukkan bahwa alergi atopi telah bekerja sebelum seseorang dilahirkan ke dunia. Keberhasilan dalam kehamilan ditandai oleh perubahannya Th1 ke Th2 pada fase antar fetomaternal. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan reaktifitas imunitas maternal dengan allograft janin. Ketika bayi lahir, imunitas akan semakin matang sehingga seimbang ke Th1. Seseorang yang memiliki bakat atropi tidak akan tercapai keseimbangan akibatnya Th2 mendominasi. Pada akhirnya imunitas akan terlalu sensitif sehingga terjadi alergi.

Cara Mencegah Munculnya Alergi

Untuk mencegah munculnya alergi, Anda dapat mendeteksi sejak masih janin dalam kandungan dengan menyesuaikan Anda makan sesuatu saat masih hamil. Apapun yang dimakan Ibu tentunya juga akan mengalir ke bayi sehingga bayi dapat sensitif jika Ibunya makan sesuatu yang dianggap asing oleh tubuh bayi. Hal ini dapat ditandai ketika suatu saat Ibu hamil mengalami perutnya seperti ada tendangan umumnya pada waktu malam hari sampai pagi hari. Tendangan yang kuat dapat terasa sakit sampai di ulu hati. Rasa tendangan disebabkan karena adanya gerakan refluk osephagus atau disebut juga gerakan cegukan (hiccups). Hal ini dapat menjadi indikasi alergi sehingga Anda dapat mengurangi konsumsi makanan tertentu yang sekiranya berpotensi alergi.

Pencegahan alergi dapat dilakukan dengan mendeteksi klinis sejak bayi. Pada waktu bayi yang sudah diberikan Makanan Pendamping ASI, Anda dapat mengamati keadaan bayi Anda, misalnya jika tiba-tiba bayi sulit bernapas atau napasnya terdengar grok-grok (diakibatkan karena bronkus mengalami hipersekresi) berarti ada alergen yang tertuju pada organ paru-paru. Maka Anda dapat menelusuri riwayat pemberian makanan, lalu mengurangi konsumsinya sehingga alergi dapat dicegah di kemudian hari. Alergi dapat ditemukan di organ lainnya seperti ruam dan bintil-bintil pada kulit, perut diare terus menerus.

Cara mencegah munculnya alergi di atas mungkin hanya beberapa dari banyaknya cara mencegah alergi. Masih banyak cara lain yang juga mendukung usaha menghindari risiko terjadinya alergi. Namun, yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana cara mencegahnya jangan terlalu percaya jika metode pencegahan alergi dengan bahan-bahan kimia tertentu.

Deskripsi : mencegah munculnya alergi pada seseorang dapat dilakukan sejak dini seperti melihat dari asupan atau mendeteksi klinis.

Written by